free geoip Tujuan Pendidikan Seksual Pada Remaja - Bimbingan Konseling

Tujuan Pendidikan Seksual Pada Remaja

Pendidikan Seksual Pada Remaja – Seksualitas selalu menjadi bahan pembicaraan semua orang, bahkan saat ini masalah seksual kerap dibicarakan di layar kaca atau di media online yang sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa, bahkan pembicaraan tentang seks di media online mungkin lebih terbuka. Bila pembicaraan tersebut dilakukan dikalangan orang dewasa mungkin tidak bermasalah, tetapi saat ini remaja pun dapat mengakses internet di mana saja baik melalui telepon seluler atau di warnet. Kalau remaja tidak dibekali dengan pengetahuan yang baik tentang seks bisa saja mereka salah dalam memahami perilaku seks ini dan dikhawatirkan terjerumus kepada prilaku yang tidak seharusnya mereka lakukan yang berakibat mereka harus menanggung beban yang berat akibat tindakan mereka yang salah dalam memahami seks.

source: google image

source: google image

Kebanyakan remaja sekarang bisa lebih leluasa mencari informasi yang berkaitan dengan seks terutama di dunia maya, dan kalau tidak disertai bimbingan dari orang tua atau guru, akan berdampak negatif bagi perkembangan kepribadian mereka. Para remaja seharusnya mendapat pendidikan seks dirumah atau disekolah terlebih dahulu disertai pengarahan tentang dampak-dampak yang akan terjadi bila mereka melakukan seks sebelum waktunya.
Masa remaja yang merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak telah membawa perubahan atau perkembangan baik pada fisik maupun pada psikis mereka. Perkembangan pada fisik (pubertas fisik) yang dialami remaja dapat ditandai dengan adanya tanda-tanda atau ciri pada kelamin dimana organ kelamin menjadi matang untuk berfungsi yaitu untuk melakukan reproduksi, ciri kelamin primer ditandai dengan kemampuan organ kelamin memproduksi sel-sel kelamin. Bagi pria bisa memproduksi sperma ditandai pertama kali dengan dapat mimpi dan mengeluarkan sperma, dan bagi wanita bisa menghasikan ovum atau sel telur, pada saat dimulainya menstruasi. Ciri kelamin sekunder pada remaja pria ditandai dengan tumbuhnya rambut pada beberapa bagian tubuh disertai perubahan pada suara. Sedangkan perubahan pada wanita ditandai dengan tumbuhnya rambut disekitar area kewanitaan, mulai tumbuhnya buah dada dan pinggul, serta mulai tumbuhnya jerawat pada wajah. Ciri kelamin tersier atau psikomotorik ditandai dengan perubaha besar atau tumbuhnya badan semakin tinggi, perubahan pada gerak-gerik cara berjalan, cara menyisir rambt, cara melirik terutama pada lawan jenis dan lainnya.
Pada masa puber ini remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, diantara kegelisahan mereka ingin tahu mengapa mengeluarkan sperma, atau wanita mengapa mengeluarkan darah pada menstruasi dan lainnya, juga mulai ada rangsangan hormon yang secara alamiah membawa mereka kepada timbulnya rasa tertarik pada lawan jenis sehingga menimbulkan perilaku menggoda lawan jenis atau perilaku kencan dan lainnya. Hal-hal seperti ini yang memang harus mendapat bimbingan yang cepat dan tepat dari orang tua dan guru, terutama guru bimbingan dan konseling agar remaja memahami tentang perkembangan yang sedang terjadi pada diri mereka dan sikap apa yang harus mereka ambil.
Pendidikan seksual merupakan pemberian informasi yang benar tentang seksualitas. Hal ini bukan ditujukan untuk memberi tahu agar para remaja mencobanya, tapi bertujuan untuk memberi pengetahuan yang benar tentang seks dan memeri arahan serta didikan yang baik mengenai seksualitas, sesuai dengan etika dan norma yang berlaku baik norma agama maupun sosial kemayarakatan, yang akhirnya bertujuan agar para remaja kelak menjadi orang-orang yang bertanggung jawab dan dapat menjalani kehidupan rumah tangganya serta menjadi orang tua yang baik.


Sumber: Drs. Jusuf Djajadisastra, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan, Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis, dicetak oleh CV. Handayani, Bandung, 1988.

error: Content is protected !!