free geoip Tips Mengatasi Kenakalan Remaja - Bimbingan Konseling

Tips Mengatasi Kenakalan Remaja

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja – Masa remaja merupakan masa yang dijalani seseorang dari mulai berakhirnya masa kanak-kanak sampai datang masa awal kedewasaannya[1]. Secara umum masa remaja ini diartikan oleh para ahli berada pada rentang usia 11 – 13 tahun sampai usia 18 – 20 tahun dihitung dari hari kelahiran seseorang. Dalam rentang waktu cukup panjang ini, sekitar 7 tahun, merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju kepada masa dewasa. Masa transisi awal yang dialami remaja adalah masa puber yang memiliki karakter perubahan terutama dari segi fisik maupun kepribadian, dan yang lebih menonjol adalah masa transisi akhir dari masa remaja ini yaitu sekitar usia 18 sampai 20 tahun yang sangat menentukan karakteristik perilaku dan kepribadian.

Mengatasi Kenakalan remaja

Source : Google Image

Perubahan-perubahan atau perkembangan yang terjadi pada masa remaja merupakan perubahan psikofisik yang menonjol, karena perubahan pada masa ini sangat kontras bila dibandingkan dengan masa kanak-kanak dengan masa dewasa yang mencapai kematangan.

Para ahli berbeda pendapat sehubungan dengan perkembangan pada masa remaja ini, tergantung dari sisi mana mereka menilainya. Seperti Freud memandang masa remaja sebagai masa mencari bentuk (definitif) dari kehidupan seksual, sementara Spranger memandang masa remaja sebagai masa pertumbuhan yang mengalami perubahan struktur kejiwaan yang mendasar, meliputi kesadaran akan “Aku’ dan menuju jelasnya tujuan hidup. Charlote Buhler memandang masa remaja sebagai masa kebutuhan untuk saling mengisi karena ketika itu individu mengalami masa kegelisahan. Sementara Conger dan Erikson menafsirkan masa remaja sebagai masa kritis, apabila pada masa ini para remaja berhasil menghadapi berbagai masalah yang dihadapinya maka ia kan menemukan identitasnya yang akan terus ia bawa menuju ke masa dewasa, tapi kalau ia gagal mengatasi berbagai tuntutan yang dhadapinya ia akan mengalami krisis identitas yang terus-menerus sampai ke masa dewasanya.

Masalah-masalah yang mungkin timbul pada masa remaja ini umumnya diakibatkan dari kegelisahan dan kebingungannya untuk menentukan langkah-langkah menghadapi perubahan yang timbul di dalam dirinya dan pada lingkungan eksternalnya.

Masalah yang berhubungan dengan internal dirinya sendiri pada umumnya berupa ketidakmampuan mensikapi katahatinya dan berakibat sulitnya ia mengintegrasikan potensi-potensi dalam dirinya, apalagi untuk mengaktualisasikan pada lingkungan eksternalnya. Dampak yang berkelanjutan dari masalah ini adalah dimana remaja akan hidup dalam suasana Adolescentisme atau merasa menjadi remaja yang berkepanjangan, walaupun setelah ia bernjak dewasa nanti.

Masalah remaja yang berhubungan dengan lingkungan eksternalnya antara lain adanya keterikatan dengan gang (peers group), yang apabila tidak terbimbing akan terjerumus kepada kenakalan remaja seperti

  • Saling menyerang antar kelompok remaja, pencurian, prostitusi, perampukan, dan lainnya.
  • Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama dan masyarakatnya, seperti narkotika, minuman keras, dan lainnya.
  • Konflik dengan orang tua, yang bisa menimbulkan ketidakbetahan diam dirumah dan mungkin minggat, atau konflik dengan guru atau temannya di sekolah, dan akhirnya membolos atau tidak mau sekolah.


Cara mengatasi kenakalan remaja diantaranya dapat dilakukan dengan beberapa cara

  • Di rumah, orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian remaja, pembentukan konsep diri pada remaja banyak mengambil figur dari orang tua mereka, misalnya kepribadian remaja yang diperlakukan keras atau acuh tak acuh oleh orang tuanya akan berbeda dengan kepribadian remaja yang diperlakukan secara demokratis. Perlakuan orang tua akan membentuk kepribadian remaja yang sedang labil tersebut, kebuthan kasih sayang, pengakuan akan kemampuan dan dorongan lainnya ketika tidak mereka dapatkan akan membawa pada konflik batin dan mulai melakukan hal-hal yang mencari perhatian atau menyatakan kekecewaan, seperti kenakalan remaja tersebut.
  • Disekolah, remaja selain perlu mendapat perhatian guru juga membutuhkan peran guru pembimbing atau guru BK yang tidak semata memberi pancerahan pada wilayah intelektual tapi juga pencerahan dan bimbingan pada wilayah kepribadian.
  • 3. Di masyarakat, peran tokoh dan warga masyarakat dibutuhkan untuk bisa memberi ruang gerak yang positif bagi para remaja diantaranya suasana kerukunan antara warga, serta penanaman moral dan keagamaan dilingkungan masyarakat akan membantu para remaja meumbuhkan sikap posistif dari sisi interaksi sosial, sehingga kerawanan sosial dapat dihindari.

[1] Harold Alberty, (1957:86)