free geoip Teknik Teknik Dalam melakukan Bimbingan Konseling - Bimbingan Konseling

Teknik Teknik Dalam melakukan Bimbingan Konseling

Teknik Teknik BK – Teknik-teknik dalam melakukan bimbingan dan konseling sangat banyak jenisnya seperti testing, analisa catatan harian guru kelas, observasi proses belajar, wawancara atau interview, konferensi kasus, survei, dan lainnya. Dari sekian banyaknya teknik yang dilakukan dalam proses bimbingan dan konseling, proses tersebut pada prinsipnya berpusat pada dua hal pokok, yaitu: menghimpun data dan informasi yang optimal bersumber dari klien atau sumber lainnya, dan menciptakan hubungan baik dengan klien dengan memberikan arahan dan memberi alternatif solusi-solusinya.

Source Google image

Source Google image

Teknik bimbingan dan konseling yang pertama dilakukan pada dasarnya untuk mengumpulkan data sebagai bahan diagnosa, mengumpulkan data dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun cara yang utama yang paling banyak dilakukan adalah wawancara penyuluhan atau counseling interview, dan kalau dibutuhkan bisa ditambah dengan konferensi kasus.
Interview pada dasarnya merupakan proses saling bertukar fikiran atau pendapat antara dua orang yang saling menghargai eksistensi masing-masing. Wawancara merupakan suatu pola komunikasi yang terarah antara dua orang dengan cara saling memberi atau saling memerima pandangan pandangan dengan suasana saling menghargai dan menjaga martabat masing-masing.
Tujuan dan fungsi dari wawancara atau interview dalam konteks layanan bimbingan dan konseling pendidikan atau bimbingan belajar terhadap siswa adalah diantaranya:
– Menciptakan hubungan yang baik antara guru pembimbing dengan para siswa untuk memulai identifikasi masalah dari seluruh proses bimbingan.
– Menggali informasi seoptimal mungkin dari siswa atau klien mengenai pribadi siswa tersebut, keluarganya serta lingkungan masyarakat sekitar kalau diperlukan. Hal yang paling pokok adalah menggali informasi sekitar masa lalu siswa, pengalaman-pengalaman yang menyebabkan traumatik, kisah suksesnya, cita-cita atau harapannya, sikap-sikapnya, dan lain sebagainya.
– Memberikan data-data dan informasi tentang klien dengan pengungkapan yang meyakinkan tentang perjalanan hidupnya, prestasi, sikap dan kepribadiannya, biasanya hal ini sebagai pengungkapan hasil tes tertentu seperti tes psikologi, bakat dan minat, dan lainnya. Dengan pengungkapan informasi tersebut diharapkan klien mampu menarik segi-segi manfaat dan menarik kesimpulan atau interpretasinya mengenai segi kekuatan dan kelemahannya.
– Membantu mengidentifikasi dan merencanakan berbagai alternatif pemecahan masalah. Dalam hal ini guru pembimbing berfungsi sebagai konsultan yang mendampingi klien dan akan memberikan saran apabila diperlukan.
– Memberikan dorongan semangat dan motifasi untuk senantiasa berkerjasama dengan pembimbing secara jujur dan obyektif dalam menjalankan berbagai saran-saran dan pilihan pemecahan masalah.


Sumber: Team Dosen, Psikologi Kependidikan untuk Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, 1990.

Incoming search terms:

error: Content is protected !!