free geoip Prosedur Bimbingan dan Konseling - Bimbingan Konseling

Prosedur Bimbingan dan Konseling

Prosedur BK – Pada umumnya prosedur layanan bimbingan dan konseling dalam memberikan bantuan terhadap orang-orang yang mengalami masalah untuk membantu mereka mencapai tujuannya menempuh tahapan-tahapan sebagi berikut:

Bimbingan dan Konseling

Source: google image

1. Mengidentifikasi kasus
Mengidentifikasi kasus merupakan proses pencarian individu atau kelompok, misalnya siswa di suatu sekolah, yang diduga membutuhkan layanan bimbingan dan konseling. Individu atau kelompok yang dimaksud adalah individu atau kelompok yang memang bermasalah yang dilihat dari buruknya prestasi hasil belajar yang dinyatakan dengan sangat rendahnya nilai ujian.

2. Identifikasi masalah
Mengidentifikasi masalah merupakan proses mencari dan menganalisis mengenai jenis masalah apa yang dialami individu atau kelompok yang bermasalah tersebut, serta karakteristik masalah seperti apa yang mereka alami.

3. Melakukan diagnosa
Diagnosa atas masalah diantaranya mencari faktor-faktor penyabab masalah tersebut, misalnya faktor apakah yang menyebabkan individu atau kelompok siswa prestasinya buruk. Bisa didiagnosa dari segi potensi inteligensi dan bakatnya, kesiapan siswa menerima pelajaran, sikap, emosi, kebiasaan, dan sebagainya. Kemudian diagnosa mengenai iklim disekolah, rumah atau masyarakatnya , kemudian mengenai tututan kualifikasi yang harus dipenuhinya.

4. Mengadakan prognosa
Prognosa dilakukan untuk mencari masukan mengenai apakah masalah tersebut masih mungkin diatasi atau tidak dengan melihat proses awal sampai diagnosa akan dapat diketahui berat atau ringannya masalah tersebut, dan alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh, dengan memperkirakan lamanya penyelesaian dan cara-cara yang bisa dijalankan serta oleh siapa dilakukannya, baik oleh siswa sendiri, atau mesti dengan bantuan orang tua atau guru,atau bantuan psikolog , dan sebagainya.

5. Mengadkan tindakan remidial atau referral
Dalam proses penyelesaian masalah dari hasil prognosa, dapat diketahui misalnya masalahnya menyangkut belajar mengajar disekolah, maka tindakan (remidial) dilakukan oleh guru BK misalnya, tetapi kalau masalahnya menyangkut pribadi siswa yang mendalam atau aspek lain yang lebih luas seperti kesehatan, mental, medis dan lainnya, maka guru BK hanya merekomendasikan saja (referral) kepada para ahli seperti dokter, psikolog, atau lainnya.

6. Evaluasi dan Follow up
Evaluasi dapat dilakukan setelah semua langkah ditempuh, kalau guru sendiri yang melakukan tindakan remidial (treatment) untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka hendaklah guru bimbingan dan konseling tersebut meneliti seberapa jauh atau seberapa besar tidakan remidial atau treatment yang dilakukannya telah menampakkan hasil yang positif bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Kalau remidial itu dilakukan oleh ahli sedang guru hanya memberi rekomendasi saja, maka guru tersebut dapat meminta laporannya dari ahli.


Sumber :
Tim Dosen, Psikologi Kependidikan untuk Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, 1990.