free geoip Prinsip Etika Utama Bimbingan Konseling - Bimbingan Konseling

Prinsip Etika Utama Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling – Selain dari kompetensi yang sudah dijelaskan sebelumnya, prinsip etika harus didasari pada relasi antara peserta didik dan Guru  Bimbingan Konseling (BK) / Konselor. Prinsip etika utama harus diketahui dan dibagi dengan peserta didik (dicetak dan ditempel di dinding kantor ruang Bimbingan Konseling (BK) / konselor misalnya). Panduan ini mengusulkan beberapa praktik etika di bawah ini:

Etika Bimbingan Konseling

Penghargaan dan Sikap terhadap peserta didik

  • Mendengarkan dan menghargai peserta didik, percaya pada arti dan harga diri mereka, serta emfasilitasi dan mengarahkan mereka menuju kemandirian dan kepercayaan diri yang lebih tinggi; tujuan dari sesi bimbingan ini adalah untuk membantu peserta didik dalam membuat keputusannya sendiri dan tidak memaksakan pilihan itu pada mereka.
  • Melindungi kesejahteraan anak dan bertindak demi kebaikan si anak;kebaikan anak harus selalu enjadi prinsip utama dalam memberikan pelayanan bagi para pemuda berusia di bawah 18 tahun. Setiap keputusan yang diambil Guru Bimbingan Konseling (BK) / Konselor, harus didasarkan pada pertanyaan; apakah ini demi kebaikan peserta didik?

 Informasi

  • Memberikan informasi kepada peserta didik tentang isi dan keterbatasan dari pelayanan yang diberikan; misalnya Guru Bimbingan Konseling (BK) / Konselor tidak bertanggung jawab pada pekerjaan atau bantuan psikologi namun dapat merujuk pada pelayanan tertentu yang tersedia.
  • Memberikan informasi yang tidak bias, akurat dan lengkap; penting bagi peserta didik untuk endapatkan informasi yang jelas, tepat dan dapatm digunakan dalam pasar kerja dan pilihan-pilihan pendidikan yang mereka miliki.
  • Merahasiakan semua informasi yang diberikan oleh peserta didik kecuali (a) diperbolehkan secara langsung oleh peserta didik dan (b) ketika diminta oleh aparat hukum. Kerahasiaan adalah hal utama dalam melindungi kebaikan peserta didik dan mengembangkan hubungan kondusif yang baik agar dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang baik.

Anti diskriminasi

  • Secara aktif melawan praktik diskriminasi. Diskriminasi dalam dunia kerja dilakukan berdasarkan jaringan praduga dan gagasan yang sudah ada sebelumnya yang membatasi akses para pemuda terhadap keterampilan atau pekerjaan yang mereka inginkan. Terutama guru Bimbingan Konseling (BK) / Konselor akan berupaya memerangi secara aktif pemisahan gender dalam dunia kerja yang menugaskan pekerjaan dan fungsi kepada pemuda, tidak berdasarkan minat dan keterampilan namun berdasarkan praduga budaya (misalnya seorang perempuan tidak bisa menjadi supir truk). Guru Bimbingan Konseling (BK) / Konselor juga perlu berusaha keras untuk menjamin bahwa kebutuhan peserta didik yang menderita disabilitas terakomodasi sehingga mereka juga dapat berpartisipasi dalam proses pendidikan.

Netralitas

  • Mengupayakan berbagai cara untuk menghindari hubungan ganda dan memberitahukan kepada para penyelia jika konflik kepentingan terjadi. Seorang Guru Bimbingan Konseling (BK) / Konselor haruslah netral dan obyektif ketika bicara dengan para pemuda. Misalnya mereka tidak boleh memiliki hubungan dengan para pemuda di luar sesi bimbingan yang akan mempengaruhi netralitasnya.

Biaya

  • Tidak menerima pembayaran/hadiah di luar gaji yang diberikan. Layanan bimbingan dan konseling (termasuk bimbingan karir di dalamnya) bukanlah sebuah pelayanan berbasis upah dan tidak boleh memberi kesempatan untuk membayar kemampuan itu.

Demikian Artikel Mengenai Prinsip Etika Utama Bimbingan Konseling (BK) / Konselor, Selamat Membaca dan Semoga Bermanfaat.

error: Content is protected !!