free geoip Peranan Orang Tua dalam Membantu Menemukan Konsep Diri Anak - Bimbingan Konseling

Peranan Orang Tua dalam Membantu Menemukan Konsep Diri Anak

Konsep diri merupakan inti kepribadian dan merupakan bagian terpenting dari kepribadian. Konsep diri akan berperan dalam menentukan perilaku seseorang. Cara seseorang memandang dirinya akan tampak pada perilakunya, jadi perilaku seseorang merupakan cerminan dari cara ia memandang dirinya. Kalau seseorang berpandangan bahwa dirinya mempunyai cukup kemampuan untuk menjadi orang yang cakap, maka akan tercermin dari perilakunya yang akan berusaha menunjukkan kemampuan tersebut, begitu pula sebaliknya.

Source : Google Image

Source : Google Image

Konsep diri merupakan cara seseorang memandang dirinya, konsep diri akan berpengaruh terhadap kepribadian dan perilaku seseorang tersebut di masa-masa selanjutnya. Seorang anak ataupun remaja, sedang dalam proses membentuk konsep dirinya untuk menemukan jati diri sebenarnya yang akan ia bawa kepada masa kedewasaan. Kalau anak atau remaja berhasil membentuk konsep diri dan menemukan kepribadiannya maka masa selanjutnya tidak akan sulit ia hadapi karena ia sudah punya konsep dan kepribadian yang cukup kuat untuk menjawab segala permasalahan yang mungkin ia hadapi.
Pembentukan konsep diri seorang anak atau remaja berawal dari rumah, karena keluarga merupakan tempat ia memperoleh pendidikan yang pertama dan utama. Seorang anak pertama kali berinteraksi dengan orang lain adalah dengan orang tuanya. Kalau interaksinya baik maka suasana kehidupan dalam keluarga cenderung baik, dan sebaliknya bila interaksinya buruk maka suasana kehidupan keluarga akan kehilangan makna yang penting dalam pembentukan kepribadiannya.
Orang tua mempunyai peranan yang besar dalam membentuk konsep diri dan kepribadian anak. Peranan tersebut ditunjukkan dalam bentuk sikap meraka terhadap anak-anaknya. Anak akan meraskan dan merespon sikap orang tua yang ditunjukkan kepadanya. Dari perlakuan orang tua inilah akan berperan membentuk konsep diri dan kepribadian anak. Berikut ini beberapa perlakuan orang tua terhadap anaknya dan peranannya dalam membentuk kepribadian anak:
1. Sikap orang tua yang keras atau otoriter terhadap anaknya karena merasa berkuasa di rumahnya, kata-katanya tajam dan kerap menyakitkan, selalu memerintah namun kurang mendengarkan keluhan atau usulan dari anaknya. Pengaruh sikap demikian terhadap kepribadian anak dikhawatirkan akan menimbulkan rasa takut, dendam dan masa bodoh (apatis), dan dampaknya terhadap perilaku anak dikhawatirkan dapat menyebabkan kenakalan anak terutama ketika di luar rumah. Misalnya anak akan menjelekkan dan membenci orang tuanya, bersifat penakut, pendiam, memencilkan diri atau tidak dapat bersosialisasi dan akhirnya daya kreatifnya tidak muncul.
2. Sikap orang tua yang lunak, lemah dan terlalu memberi kebebasan tanpa penanaman norma-norma yang harus dipatuhi oleh anaknya. Penyebab perlakuan orang tua seperti ini bisa bermacam-macam, misalnya: orang tua terlalu sibuk di luar sehingga tidak ada waktu buat anaknya, atau mereka terlalu sayang pada anak, atau juga bisa disebabkan kurangnya pendidikan. Perlakuan orang tua seperti ini dikhawatirkan akan menimbulkan sikap anak yang keras atau agresif diluar rumah, membohongi orang tua dan bersikap urakan tanpa kekangan.
3. Sikap orang tua kepada anaknya yang memberi kesempatan secara wajar untuk memberi usulan, menyatakan pendapat dan keluhan, disertai memberi arahan dan bimbingan kepada anak. Sikap orang tua yang demokratis seperti ini memungkinkan setiap anak untuk berkembang secara baik menurut bakat dan minatnya masing-masing disertai pengarahan orang tua mereka.