free geoip Pengertian Kesehatan Mental - Bimbingan Konseling

Pengertian Kesehatan Mental

source : google image

source : google image

Kesehatan mental menurut Zakiah Daradjat (2001)[1], mempunyai indikator-indikator sebagai berikut:

  1. Seseorang yang bermental sehat terhindar dari gejala gangguan jiwa atau neurotik dan gejala penyakit jiwa atau psikotik.
    Orang yang dikatakan sehat mentalnya mengandung arti bebas dari gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan kepribadian. Islam telah mengajarkan bahwa orang yang bermental sehat adalah orang yang sungguh-sungguh beriman dan bertakwa atau beramal sholeh, dimana kepribadiannya baik, taat aturan, disiplin waktu, suka menolong dengan tanpa pamrih, hatinya baik, penyabar, penyayang, dan penuh syukur, ia tidak mengidap penyakit hati yang parah. Sedangkan orang yang bermental tidak sehat hatinya penuh penyakit seperti kemusyrikan, kedzaliman dan aniyaya, tercermin dari perilaku senang berdusta, menipu, dan merugikan orang lain, serta berkeluh kesah.
  2. Seseorang yang bermental sehat mampu untuk melakukan penyesuaian diri baik dengan dirinya sendiri, maupun dengan orang lain serta penyesuaian dengan masyarakat dan lingkungan dimana ai tinggal.
    Orang yang dapat menyesuaikan diri mempunyai jiwa yang rendah hati, bertoleransi yang tinggi, menghargai diri sendiri dan orang lain. Orang-orang yang terbuka hatinya mau membuka diri dan mampu menyesuaikan diri dengan orang disekitarnya atau lingkungannya, serta terhindar dari penyakit kesombongan, menutup diri, tidak peduli, kejam atau bengis kepada orang lain yang selalu merasa diri tinggi dihadapan orang lain serta tidak mau merendah kepada orang lain atau menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  3. Seseorang yang bermental sehat dapat memanfaatkan segala potensi yang ia bawa semenjak lahir dan mengembangkan baik dari segi pengetahuan atau perbuatan-perbuatan baik sehingga ia menjadi orang yang bermanfaat baik bagi diri dan keluarganya, juga orang lain yang berada di sekelilingnya.
    Orang yang sehat jiwanya dapat memanfaatkan potensinya seperti potensi kecerdasan, kebebasan berekspresi dikembangkan dengan kreatifitas dan inovasi yang bertanggung jawab, potensi kebaikan budi dikembangkan dengan gemar menolong orang lain dan bersosialisasi yang membawa kemanfaatan dan kemaslahatan.
  4. Seseorang yang bermental sehat dapat mengharmoniskan seluruh fungsi-fungsi kejiwaan dan terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin, serta berdampak pada keteguhan jiwanya sehingga dapat menghadapi berbagai masalah yang dihadapi.
    Orang yang memegang dan menjalankan ajaran agama secara teguh akan terhindar dari pertentangan batin, kegelisahan dan depresi, karena ajaran agama merupakan cahaya penerang yang telah teruji sepanjang zaman mengantarkan para penganutnya yang teguh kepada kecerahan hati dan kebaikan akhlak serta ketinggian ilmu, mereka terbebas dari pertentangan batin karena ajaran agama merupakan fitrah hidup manusia.

[1] Zakiah Daradjat. 2001. Kesehatan Mental. Jakarta : Toko Gunung Agung.

error: Content is protected !!