free geoip Menjadi Konselor Yang Efektif - Bimbingan Konseling

Menjadi Konselor Yang Efektif

Konselor sebagai tenaga ahli dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling mengemban tugas yang mulia sebagai orang yang mengadakan perbaikan dan pencerahan terhadap klien atau siswa yang bermasalah.

Menjadi Konselor

Menjadi Konselor

Secara langsung atau tidak langsung konselor bertindak membuat klien atau siswa menjadi orang-orang yang mandiri, dimana klien atau siswa tersebut setelah mengalami masalah, dengan arahan dari konselor dan ditunjukkan berbagai kenyataan masalah yang dihadapi serta saran pemecahannya, dan dengan dorongan konselor, klien atau siswa menjadi orang yang berani mengambil keputusan atas inisiatifnya sendiri untuk berupaya menuntaskan masalahnya.

Bahkan selanjutnya klien atau siswa diarahkan untuk menjadi pribadi baru yang produktif dan kreatif. Inilah sikap kemandirian yang telah terbentuk dari siswa atau klien bermasalah, atas peran penting konselor sebagai pembimbingnya.

Menjadi konselor yang efektif pertama-tama harus menguasai bidang bimbingan dan konseling secara kompeten dan profesional. Penguasaan bidang bimbingan dan konseling yang ditempuh melalui pendidikan formal atau pendidikan akademik serta pendidikan profesi konselor. Selain kemampuan teoritis perlu ditunjang pula dengan penguasaan teknologi bimbingan dan konseling, dengan pemanfaatan berbagai media untuk kepentingan bimbingan dan konseling yang efektif.

Konselor yang efektif mengenal dan membina hubungan baik dengan klien. Hubungan baik akan berpengaruh dalam hal melakukan interview yang efektif dengan suasana yang empati dan saling menghargai satu sama lain, untuk kepentingan diagnosa hasil interview, konselor selain mengenal klien dari sisi pemikiran dan pendapatnya juga harus mengenal kepribadian dan unsur psikologis lainnya terutama dalam membantu memberi alternatif solusi atas masalah yang berhubungan dengan kejiwaan klien seperti masalah yang mengandung unsur traumatik masa lalu. Konselor yang efektif akan berupaya menyelenggarakan konseling yang akan memandirikan klien.

Konselor yang efektif mempunyai sikap profesional (Gysbers, N. C. dan P. Henderson, 2006) (i) mampu membuat rancangan dan perencanaan matang kegiatan bimbingan dan konseling, (ii) Merealisasikan berbagai kegiatan layanan bimbingan dan konseling sebagai implementasi dari rancangan program yang telah dibuat dalam perencanaan, (iii) mengevaluasi hasil kegiatan dan menilai hasil-hasil alternatif pemecahan masalah apakah dapat dijalankan klien dengan baik dalam rangka memandirikan klien, serta mereview kembali apabila belum bisa memberikan solusi yang efektif bagi klien dan terus mencari alternatif solusi lainnya, (iv) melakukan pengembangan profesionalisme dengan strategi-strategi dan inovasi baru.

Pengembangan dan inovasi baru dapat dilakukan dengan mentransformasikan visi konselor yang efektif dengan sifat proactive practice, dengan menggali kemungkinan bekerja dengan cara berkolaborasi membentuk tim kerja dengan pemanfaatan teknologi dalam rangka mengikuti dinamika zaman dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Incoming search terms:

error: Content is protected !!