free geoip Memahami Psikologi Bayi - Bimbingan Konseling

Memahami Psikologi Bayi

Psikologi Bayi – Masa kanak-kanak merupakan masa awal pertumbuhan dan mulai berinteraksi dengan dunia disekelilingnya. Masa kanak-kanak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh mereka dan tentu saja dengan bantuan orang tuanya. Orang tua sudah seyogyanya selain memberi makan dan minum serta pemeliharaan fisik lainnya, juga sebaiknya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk perkembangan anak-anakanya.

bayi-2
Fase-fase perkembangan kebutuhan harus dipenuhi oleh setiap individu agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Menurut Havighurts [1], tugas-tugas perkembangan pada masa bayi dan masa kanak-kanak awal (sampai usia 7 tahun) yang harus terpenuhi sebagai berikut:
– Belajar berjalan
Kemampuan dan keterampilan berjalan, dimulai dari keterampilan bergulir dari terlentang menjadi telungkup rata-rata pada usia 5-8 bulan (Loree, 1970:75) [2], lalu garakan duduk yang bebas pada usia 8 bulanan, lalu dapat berdiri bebas sekitar usia 9 bulan dan akhirnya dapat berjalan dengan bebas sekitar usia 13 – 14 bulan, namun kemampuan ini waktunya dapat berlainan pada setiap individu.
– Belajar memegang dan mengambil benda-benda padat, dimulai pada usia 6 bulan dari kelahirannya, dimana bayi mulai menarik benda-benda di dekatnya. Pada usia 12 bulan baru bayi dapat memegang benda padat, jari-jarinya dapat mengambil benda-benda sambil dimasukkan ke mulutnya. Setelah bayi mahir berjalan, baru kemampuan memegang secara bebas dapat ia kuasai dengan baik.
– Belajar bicara
Pada usia 6 bulan pertama, bayi belajar bicara secara naluriah, seperti kalu lapar, mendengar suara keras, atau kedinginan ia akan menangis.
Pada usia 6 sampai 12 bulan, bayi mulai meniru kata-kata yang didengarnya, ia mulai belajar mengucapkan sebuah kata seperti mamam atau lainnya.
Pada masa kanak-kanak awal mereka sudah mempunyai beberapa perbendaharaan kata dan senantiasa belajar mengucapkan kata-kata yang sudah dihapalnya.
– Belajar tentang perbedaan jenis dan perilakunya, Mencapai stabilitas fisiologis
– Pembentukan konsep dan realitas sederhana tentang realitas fisik dan sosial, belajar menciptakan hubungan dirinya secara emosional kepada orang tuanya, saudara-saudaranya dan orang lain serta belajar mengembangkan salah benar dan perkembangan kata hati.

Menurut Erikson, tahap perkembangan kepribadian dapat digambarkan sebagai berikut:
– Pada masa bayi ; terjamin tidaknya kualitas kehidupan masa bayi (cinta kasih, sentuhan, makanan), menu dan bahkan dasar dan rasa kepercayaan (trust), rasa kepercayaan merupakan kekuatan psikososial yang amat fundamental bagi taraf perkembangan berikutnya.
– Masa kanak-kanak awal (Early Chilhood) terjamin tidaknya untuk mengembangkan self control (apa yang dapat ia kuasai dan lakukan tanpa mengurangi harga dirinya akan menumbuhkan rasa autonomi, kemampuan mandiri atau sebaliknya diliputi rasa ketergantungan disertai malu dan ragu-ragu (shame and doubt).

Para orang tua sebaiknya memahami dan mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut perkembangan bayi dan anak pra sekolah agar anak dapat senantiasa mendapat bimbingan di rumah sebelum menginjak bangku sekolah disertai curahan rasa cinta kasih yang akan menjadi kekuatan bagi anak untuk terus berkembang dengan baik.


Sumber :
[1] Tim Dosen, Psikologi Kependidikan untuk Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, 1990.
[2] Loree, M.R. (1970), Psychology of Education, New York: The Ronald Press, Chapter 3.

Incoming search terms:

error: Content is protected !!