free geoip Kriteria Keberhasilan Layanan Bimbingan dan Konseling - Bimbingan Konseling

Kriteria Keberhasilan Layanan Bimbingan dan Konseling

Guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan tugasnya melakukan bimbingan kepada siswa atau klien dengan memberikan pemecahan masalah dan pilihan-pilihan lain sebagai alternatif, tentu akan mengevaluasi sejauh mana pengaruh tindakan treatmen yang disarankannya telah menimbulkan pengaruh atau efek positif bagi pemecahan masalah siswa atau klien yang bersangkutan.

source : google image

source : google image

Efektifitas atau keberhasilan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling menurut Robinson (1950 : 96 – 159) hendaklah memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Immediate criteria, yaitu kriteria keberhasilan yang terlihat dalam waktu dekat, diantaranya:
– Ketika siswa yang bersangkutan (siswa yang bermasalah) sudah mulai menyadari bahwa dirinya memiliki masalah yang harus dipecahkan;
– Siswa yang bersangkutan sudah mulai memahami jenis permasalahan apa yang sedang ia hadapi;
– Siswa yang bersangkutan sudah bisa menerima kenyataan dirinya dengan masalahnya dengan pandangan yang obyektif;
– Siswa yang bersangkutan terlihat tenang dan ketegangan (emotional stress)-nya sudah mulai mereda;
– Siswa yang bersangkutan sudah mulai bersikap terbuka dan menerima kenyataan secara obyektif;
– Siswa yang bersangkutan sudah menurun tingkat pertentangannya terhadap lingkungan;
– Siswa yang bersangkutan sudah bisa mengadakan pertimbangan dan melakukan pilihan serta pengambilan keputusan secara sehat;
– Siswa yang bersangkutan berdasrkan pertimbangan dan keputusannya telah bersedia melakukan tindakan-tindakan perbaikan baik menyangkut pribadinya maupun terhadap lingkungannya.
2. Long term criteria, yaitu kriteria keberhasilan yang terlihat dalam jangka panjang, diantaranya:
– Siswa yang bersangkutan telah menunjukkan sikap bahagia atau sukacita, tidak lagi murung atau terlihat tegang, sebagai hasil dari keberaniannya mengambil keputusan dan pilihan-pilihan yang sehat dan obyektif sehingga kehidupannya menjadi lebih baik dan lebih stabil.
– Siswa yang bersangkutan mampu menghindari berbagai faktor atau kemungkinan-kemungkinan yang dapat membawanya kembali ke dalam kesulitan seperti yang pernah dialaminya pada waktu yang telah lalu.
– Siswa yang bersangkutan telah memiliki kemampuan untuk bertindak secara produktif dan kreatif sehingga ia diterima oleh kelompoknya serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan-kemajuan kelompoknya.
Langkah-langkah yang telah ditempuh sebagai suatu prosedur dari pemberian layanan bimbingan dan konseling, memang ada kalanya tidak selalu membuahkan hasil sebagaimana diharapkan. Hal tersebut bisa disebabkan beberapa faktor yang mempengruhinya.
Apabila langkah-langkah yang sudah dilakukan contohnya seperti yang dikemukanan Robinson di atas belum membuahkan hasil dimana siswa yang mempunyai kasus atau masalah masih belum dapat keluar dari masalahnya, maka seorang guru bimbingan dan konseling sebaiknya mereview kembali atau meninjau ulang berbagai pemecahan masalah yang telah dilakukan dan berupaya mencari alternatif pemecahan masalah dengan cara atau jalan lainnya, supaya dapat diikuti oleh siswa dan menampakkan keberhasilan mengatasi masalah.