free geoip Konsep Bimbingan dan Konseling Menurut Islam - Bimbingan Konseling

Konsep Bimbingan dan Konseling Menurut Islam

Konsep BK Menurut Islam – Bimbingan dan konseling yang didasarkan atas konsep Islami bermuara pada pelakunya atau unsur manusia di dalamnya. Bimbingan dan konseling merupakan bantuan untuk individu (seorang manusia) atau kelompok (kelompok manusia), untuk mencari alternatif solusi atas masalah yang hadapi untuk kebahagiaan hidupnya. Kalau pengertian di atas ditelaah lebih lanjut maka yang sedang dibicarakan adalah manusia.

Mosques-in-Islam-Purpose-and-Role-..
Dalam bimbingan dan konseling, yang bertindak sebagai pembimbing atau konselornya adalah manusia, konseli atau kliennya adalah manusia, masalah yang dihadapi adalah masalah yang lazim terjadi pada manusia atau masyarakat manusia dan tujuan yang dicapai juga adalah tujuan kebahagian yang diperuntukkan bagi manusia.Tidaklah berlebihan apabila konsep bimbingan dan konseling menurut Islam didasarkan atas pandangan tentang hakekat manusia yang dijelaskan dalam konteks ke-Islaman.
Manusia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an diciptakan dengan memiliki dua unsur yaitu unsur fisik atau material yakni jasad, dan unsur psikis atau spiritual yaitu ruh atau jiwa. Karena manusia mempunyai dua unsur yang berbeda namun dalam satu kesatuan yang utuh, tentu masalah yang dihadapi manusia mengiringi kedua unsur bawaan manusia tersebut. Ada permasalahan yang berkaitan dengan jasad atau tubuh, seperti masalah-masalah sandang, pangan, papan, kesehatan badan, dan lainnya. Ada juga masalah yang berhubungan dengan kejiwaan seperti masalah inteligensi, kepribadian, keyakinan, sikap yang diambil, dan lain sebagainya. Kedua jenis masalah yang dihadapi harus ditangani secara seimbang, dalam arti manusia seyogyanya jangan melulu memokuskan pemecahan masalah pada satu sisi saja seperti sisi jasmaniah, tetapi mengabaikan sisi ruhaniah.
Manusia memiliki peranan penting diantara konstelasi alam semesta yang sangat luas ini, peranan yang amat penting tersebut yaitu peranannya sebagai khalifah, yaitu pemimpin yang mengemban amanah Allah untuk selalu berupaya menjaga, memelihara alam semesta dalam arti tidak membuat kerusakan pada alam dan selalu menjaga keharmonisan baik antara dirinya dengan sesama manusia, maupun antara dirinya dengan lingkungan alam.
Tugas yang dibebankan kepada manusia selama hidup di dunia ini adalah beribadah atau mengabdi kepada Allah Yang Maha Pencipta, dimana untuk tugas ibadah ini harus melalui perintah dari Allah swt melalui rasul-Nya, dimana sebagai pembawa risalah terakhir yang harus diikuti adalah Nabi Muhammad saw dengan membawa wahyu Ilahi yakni Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Untuk kebutuhan manusia mengemban amanah hidup di dunia Allah swt memberikan potensi-potensi yang harus diberdayakan oleh manusia, potensi tersebut berupa kecerdasan, perasaan, penglihatan, pendengaran dan lainnya, namun ada potensi yang diturunkan berupa petunjuk (hidayah). Potensi petunjuk ini dapat diterima dengan baik oleh manusia yang senantiasa berupaya membersihkan jiwanya dari kejahatan. Apabila potensi petunjuk Ilahi telah diterima dengan baik oleh manusia maka manusia akan mudah menjalani hidup karena mereka hidup dengan petunjuk dan pertolongan dari Allah.
Sebaliknya manusia yang enggan untuk membersihkan jiwanya akan diliputi kegelapan sehingga hidup terasa sulit dan sempit baginya, ia tidak mampu memahami masalah hidup secara obyektif. Dengan bimbingan dan konseling Islam jiwa yang masih berada dalam kegelapan dibantu pembersihannya dengan cara-cara Islami dikenal dengan tazkiyah an-nafs. Dengan pembersihan jiwa akan memungkinkan bagi manusia untuk lebih arif memahami persoalan hidup dan berupaya mencari solusi yang terbaik dan maslahat untuk diri dan orang lain.


(Rujukan dari berbagai sumber)

error: Content is protected !!