free geoip Fungsi Bimbingan dan Konseling dalam Proses Belajar - Bimbingan Konseling

Fungsi Bimbingan dan Konseling dalam Proses Belajar

proses-belajar-mengajar

Fungsi BK dalam Proses Belajar – Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok tertentu melalui proses-proses tertentu sesuai prosedur bimbingan agar individu atau kelompok tersebut dapat mencapai tujuan secara optimal. Seperti yang dinyatakan oleh Mortensen and Schmuller (1946: 6 – 8)[1] bahwa tujuan akhir yang hendak dicapai oleh layanan bimbingan adalah tercapainya tingkat perkembangan individu secara optimal sesuai dengan kemampuan, minat dan tujuan-tujuannya.

Dalam proses belajar seperti di sekolah, di rumah, di tempat bimbel, di lingkungan diklat dan lainnya, ada saja siswa yang mengalami kesulitan belajar, dengan indikator-indikator sebagai berikut:

1. Ditinjau dari segi materi para siswa di beri materi yang sama oleh guru mereka, namun daya tangkap terhadap pelajaran tidak selalu sama, ada yang cepat memahami dan mengasai materi pelajaran, ada yang cukup memahami walaupun tidak begitu mengasai, ada pula yang belum memahami bahkan tidak memahami sama sekali.

2. Ditinjau dari segi waktu, ada siswa yang bisa menyelesaikan pelajaran lebih cepat dari alokasi waktu yang disediakan, ada pula yang sesuai dengan waktu yang diberikan, namun ada pula yang tidak dapat menyelesaikan pelajaran dengan alokasi waktu yang ditentukan.

3. Ditinjau dari segi prestasi, ada siswa yang prestasinya selalu di atas nilai rata-rata kelompoknya, ada yang nilainya hampir mendekati nilai rata-rata kelompoknya, dan ada pula yang nilai prestasinya selalu ada di bawah nilai rata-rata kelompoknya.

Para siswa yang mengalami kesulitan belajar ditunjukkan pada keadaan: belum memahami pelajaran atau bahkan tidak memahami, tidak dapat menyelesaikan pelajaran dengan alokasi waktu yang sama dengan siswa lainnya, serta prestasi yang selalu di bawah nilai rata-rata kelompoknya. Siswa seperti inilah yang membutuhkan bimbingan dan konseling dari guru BK yang khusus menangani kasus kesulitan siswa pada bidang non akademis.

Fungsi nyata dari bimbingan dan konseling untuk kasus siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar adalah memberikan bantuan atas masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh siswa itu sendiri namun memerlukan pihak lain untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan nantinya siswa tersebut dapat memecahkan masalahnya sendiri dengan tanggungjawabnya sendiri, dengan langkah-langkah yang dimulai dari mengidentifikasi permasalahan sampai menemukan letak masalahnya dan membantu mengarahkan agar siswa mampu memecahkan masalahnya.

Siswa yang mengalami kesulitan belajar bisa disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, diantaranya seperti: IQ-nya dibawah siswa lainnya, atau kurangnya motivasi untuk belajar, sikap belajarnya negatif, perasaan kurang percaya diri sendiri atau merasa rendah diri.

Apabila guru bimbingan dan konseling (Guru BK) telah mengidentifikasi masalah dengan cara mengumpulkan data mengenai siswa bermasalah tersebut bahkan mungkin mendatangi keluarganya untuk mengetahui lebih jelas keadaan keluarganya, dan setelah guru BK menemukan masalahnya misalnya kesulitan belajar siswa tertentu disebakan kurangnya motivasi belajar serta rendahnya dukungan keluarga terhadap antusiasme untuk belajar, dalam arti misalnya keluarganya tidak terlalu memperdulikan prestasi anaknya dalam belajar yang penting bisa sekolah saja sudah cukup. Guru BK dalam hal ini akan memberi informasi kepada siswa bersangkutan dan memberi arahan atau penyuluhan dan meyakinkan siswa tersebut sehingga siswa menyadari letak masalah yang dihadapinya dan dapat mencari atau memilih alternatif tindakan yang dinilai terbaik bagi dirinya, yang pada akhirnya siswa tersebut bisa mencapai tujuannya.


[1] Mortensen, D.G. and Schmuller, A.M., (1959), Guidance in Today’s Schools, N.Y. Holt, Part, I-III.

error: Content is protected !!