free geoip Ciri Ciri Perkembangan Kepribadian Menjadi Dewasa - Bimbingan Konseling

Ciri Ciri Perkembangan Kepribadian Menjadi Dewasa

Fase kehidupan manusia yang berjalan dari mulai bayi, kanak-kanak, remaja dan akhirnya menjadi dewasa dengan memperoleh suatu kematangan dalam kepribadiannya. Kadang-kadang kita suka menemukan orang-orang yang sudah berusia dewasa namun masih memiliki sifat atau kepribadian seperti kanak-kanak atau remaja. Memang adakalanya kalau seseorang kehilangan masa remajanya, ia bisa mengalami masa remaja yang panjang dalam arti walaupun usianya sudah masuk pada usia orang dewasa namun kepribadiannya tak ubahnya seperti remaja saja.

Source : google image

Source : google image

Seperti diungkapkan seorang ahli psikologi, Erikson, yang mengatakan bahwa pribadi seseorang itu tumbuh dan terbentuk melalui suatu proses krisis psikososial. Proses tersebut berjalan secara teratur dari fase ke fase, dan akhirnya memperoleh suatu fase kepribadian yang matang yang disebut pribadi yang dewasa.
Ciri-ciri pribadi yang telah matang secara usia dan secara mental, diantaranya sebagai berikut:
1. Masa dewasa ditinjau dari sisi usia berlangsung setelah selesai mengalami fase remaja. Biasanya seseorang yang sudah berusia 18 atau 20 tahun sudah memasuki masa dewasa muda atau tahap awal kedewasaan. Pada usia tersebut secara fisik seseorang dapat melangsungkan pernikahan dan membangun rumah tangga. Pada tahap menengah atau dewasa (penuh) biasanya seseorang sudah mencapai taraf kepribadian yang stabil, tidak mudah goyah oleh berbagai masalah yang menerpanya, dan pada akhirnya ia akan memasuki masa tua (masa dewasa akhir).
2. Kedewasaan seseorang ditinjau dari segi biologis atau fisik yaitu ketika ia telah matang dalam reproduksi, ditandai dengan kematangan alat kelamin. Pada pria telah matang dalam menghasilkan sel-sel sperma dan pada perempuan telah mampu menghasilkan sel telur, ini dinamakan dewasa biologis.
3. Kedewasaan seseorang ditinjau dari segi psikologis atau kejiwaan, yaitu mampu menemukan konsep dirinya, mampu menguasai lingkungan, dan mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal.
Tanda seseorang telah mencapai kedewasaan psikologis diantaranya:
– Telah menemukan identitas dirinya, dan dituntut untuk mampu dalam membina kehidupan bersama.
– Mampu mamelihara keseimbangan antara “Aku” atau kemandirian dan “Kita” atau kebersamaan sosial. Kalau ia tidak mampu menjaga keseimbangan tersebut, ia akan hidup dalam rasa keterasingan.
– Mampu hidup secara produktif, dan kreatif serta bersemangat membangun kehidupan untuk generasi mendatang. Kalau ia tidak mampu, maka ia akan pasif dan menjadi penonton, dan tanpa semangat ia akan mudah berputus asa.
– Ketika memasuki hari tua pribadi dewasa tetap bersemangat dan bergairah sehingga ia mendapat penghargaan dan tempat yang layak di masyarakatnya.
4. Kedewasaan ditinjau dari segi pedagogik atau ilmu mendidik, yang mempunyai ciri utama bersemangat untuk membangun kehidupan generasi mendatang dan berupaya mewariskan sifat-sifat yang baik kepada generasi sesudahnya. Hal ini sudah menandakan suatu nilai yang mapan dari segi kerohanian atau religius.


Sumber:
1. Drs. Hendyat Soetopo, Keunikan Inteligensi Manusia, penerbit Usaha Nasional, Surabaya, 1982.
2. Drs. Jusuf Djajadisastra, Pedagogik, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis, Bandung, 1984.