free geoip Cara Memenuhi Kebutuhan Psikologi Anak Masa Bersekolah - Bimbingan Konseling

Cara Memenuhi Kebutuhan Psikologi Anak Masa Bersekolah

Bayi dan masa kanak-kanak awal memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi baik secara fisik maupun secara psikologi, bagitu pun anak yang baru menginjak pada awal pendidikannya di luar rumah atau mulai masuk sekolah memerlukan serangkaian kebutuhan psikofisik yang harus diperhatikan dan harus dipenuhi.

Source : Google Image

Source : Google Image

Salah satu kebutuhan anak yang mulai masuk sekolah yang harus dipenuhi ditinjau dari sudut psikologi menurut Freud (dalam Di Vesta & Thompson, 1958)[1] ialah kebutuhan mengembangkan perasaan-perasaan sosial. Kebutuhan ini sangat penting dalam perkembangan anak karena mereka setelah sekian lama beraktifitas di dalam rumah, kini mulai mengenal dunia luar atau kehidupan sosial diluar rumah. Mereka mulai mengenal lembaga yang disebut sekolah dengan segala perangkat pendidik, peraturan dan lainnya, termasuk mereka mengenal tema-teman baru, disisi lain mereka pada saat mulai sekolah seolah dilepas oleh orang tuanya kepada lingkungan yang mungkin asing bagi mereka.
Peran orang tua disini sangat dibutuhkan untuk memberi arahan tentang kehidupan bersoaialisasi, termasuk sikap mereka kepada guru, teman dan lainnya, disamping orang tua sebaiknya selalu mengawasi perkembangan anaknya dari segi interes (ketertarikan) dan semangatnya untuk belajar yang diliputi kegembiraan. Kadang-kadang anak akan meresa terbebani dengan tugas sekolah seperti mengerjakan PR dan tugas lainnya, disini peran orang tua harus bijak memberi semangat dan kegembiraan kepada mereka mengingat tugas-tugas tersebut merupakan pekerjaan yang baru mereka kenal dan jangan sampai mereka tertekan, atau takut karenanya.
Anak-anak setelah memasuki masa kanak-kanak awal biasanya sudah masuk sekolah informal seperti memasuki Pendidikan Anak Usia Dini atau kelompok bermain, lalu masuk Taman Kanak-Kanak. Namun tentu saja ada perbedaan antara sekolah informal dan memasuki sekolah formal dimana pada sekolah informal seperti PAUD dan TK anak-anak biasa ditunggui oleh orang tua mereka, tetapi ketika memasuki Sekolah Dasar mereka “di lepas” dan belajar untuk mandiri, dan orang tua biasanya memantau perkembangan mereka dari jauh.
Havighurts [2], menyebutkan fase-fase perkembangan kebutuhan yang harus dipenuhi pada masa kanak-kanak akhir dan mulai memasuki lingkungan sekolah (usia 7 – 12 tahun), sebagai berikut:
– Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang sedang tumbuh dan berkembang
– Belajar bergaul dengan teman sebayanya
– Belajar peranan sosial yang sesuai sebagai pria dan wanita
– Mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung
– Belajar keterampilan fisik untuk pertandingan biasa sehari-hari
– Mengembangkan konsep yang perlu bagi kehidupan sehari-hari
– Mengembangkan kata hati, moralitas dan suatu skala, nilai-nilai
– Mencapai kebebasan pribadi
– Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan institusi-institusi sosial


Sumber :
[1] Di Vesta, F.J., and Thompson, G.G., (1958) Educational Psychology : Instruction and Behaviour Change, New York: Merdith Co., Part 4.
[2] Tim Dosen, Psikologi Kependidikan untuk Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, 1990.

error: Content is protected !!