free geoip Bimbingan Konseling Islam ditinjau dari sisi Psikologi - Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling Islam ditinjau dari sisi Psikologi

BK Islam ditinjau dari sisi Psikologi – Bimbingan dan konseling yang berpokok pangkal dari bantuan kepada individu atau kelompok untuk mengenal dan mengembangkan diri mereka untuk tujuan kebahagiaan diri serta berdampak kepada keselarasan dengan lingkungan. Bimbingan dan konseling dalam terminologi ke-Islaman diselaraskan dengan makna yang diambil dari sumber pengambilan Pokok yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan pemaknaan kata Irsyad (petunjuk atau bimbingan) dan Syifa (pengobatan atau penyembuhan).

kartun-laki-dialog

foto : google image

Pemakaian dari makna kata Irsyad selanjutnya dapat digunakan menurut tinjauan dakwah Islam dan tinjauan Psikologi. Pemakaian kata Irsyad yang digunakan pada ilmu Irsyad yang merupakan bagian dari dakwah Islam. Pemakaian kata Irsyad dan disertakan dengan kata Syifa, ditinjau dari sisi psikologi dipakai pada pemaknaan Religious Psychotherapy atau bimbingan berupa psiko-terapi yang didasarkan pada pendekatan agama dan digunakan untuk memecahkan masalah-masalah psikologis para klien.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling yang menggunakan pendekatan ke-Islaman (Bimbingan dan konseling Islam) secara umum dapat dipandang dari sisi psikologis dengan adanya bantuan yang ditujukan untuk (hal-hal yang berkaitan dengan aspek psikologis), seperti; pengenalan diri, pemahaman diri, penerimaan diri, serta hal lainnya seperti sikap, kepribadian, kecerdasan Tinjauan psikologi dalam perkembangannya memiliki istilah-istilahseperti bimbingan, konseling serta terapi.
Bentuk bimbingan dan konseling menurut sisi psikologi merupakan suatu bentuk pelayanan yang berhubungan dengan cara-cara mengatasi masalah yang berhubungan dengan gejala kejiwaan seperti kepribadian, mental, yang berdasar kepada pengenalan dan pemahaman diri dan menggali potensi-potensi di dalam diri untuk digunakan pada pemecahan masalah dengan cara keberanian mengambil keputusan atas inisiatif dirinya sendiri. Dengan demikian diri klien yang telah diberi bimbingan berangsur-angsur bisa memberaskan masalahnya setahap demi setahap oleh dirinya sendiri dengan kekuatan mentalnya yang telah mengalami perkembangan ke arah positif berkat bimbingan dari konselor.
Dari sisi psikologi Islam, bimbingan dan konseling yang diberikan kepada klien dilakukan dengan cara Islami dengan pemahaman pengenalan dan pemahaman diri didasarkan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, dimana pemahaman diri manusia yang dimulai dari proses pengenalan diri, sebagai makhluk ciptaan Alloh swt, yang dibekali berbagai potensi seperti akal (al-aql), jiwa (an-nafs), dan hati (al-qolb), yang harus diselaraskan dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam, seperti pokok-pokok keimanan dimulai dengan mengimani Allah sebagai penciptanya, dan keimanan pada rukun-rukun iman yang lainnya sampai kepada iman kepada qodlo dan qodar, dimana diri manusia harus bisa menerima kenyataan atas ketetapan Allah yang terjadi pada dirinya setelah ia berupaya semaksimal mungkin mengupayakan berbagai solusi atas masalah yang dihadapinya, namun Allah swt juga yang akhirnya akan menentukan hasil dari usahanya. Dengan bimbingan ke arah keimanan, klien akan makin bisa menerima keadaan dengan kesadaran bahwa setelah ia berupaya maksimal, hasil apapun yang diberikan Tuhan kepadanya pasti mengandung hikmah yang besar, maka ia akan memperoleh ketenangan diri dan sedikit-demi sedikit akan makin menyadari kebutuhannya untuk selalu bergantung kepada Allah swt agar ia dapat keluar dari masalah–maslah yang dihadapinya dengan cara yang maslahat.


(Diolah dari berbagai sumber).