free geoip Asas Asas Bimbingan Konseling Islam - Bimbingan Konseling

Asas Asas Bimbingan Konseling Islam

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan seharusnya ada suatu asas atau dasar yang melandasi dilakukannya kegiatan tersebut, dengan kata lain ada asas-asas yang dijadikan dasasr pertimbangan kegiatan itu. Begitu juga dengan pelaksanaan bimbingan dan konseling islami yang mempunyai  15 asas-asas atau prinsip-prinsip yaitu sebagai berikut ;(Hellen:2005,61)

Islamic_Wallpaper_Basmala_007-1366x768

1. Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat

Bimbingan dan konseling islami mempunyai tujuan akhir untuk membantu klien, mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Kebahagiaan duniawi, bagi seorang muslim hanya kebahagiaan yang bersifat sementara, kebahagiaan akhiratlah yang menjadi tujuan utama, sebab kebahagiaan akhirat merupakan kebahagiaan yang abadi.
Kebahagiaan akhirat akan tercapai bagi semua manusia, jika dalam kehidupan dunianya juga “mengingat Allah”. Oleh karena itulah maka islam mengajarkan hidup dalam keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara kehidupan keduniaan dan keakhiratan.2

2. Asas Fitrah

Manusia, menurut islam, dilahirkan dalam atau dengan membawa fitrah, yaitu berbagai kemampuan potensial bawaan dan kecendrungan sebagai muslim atau beragama islam. Bimbingan dan konseling membantu klien untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, atau mengenal kembali fitrahnya tersebut manakala prnah tersesat, serta menghayatinya sehingga dengan demikian akan membantu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan diakhirat karena bertingkah laku seuai dengan fitrahnya itu.

3. Asas “Lillahi ta’ala”

Bimbingan dan konseling islami diselenggarakan semata-mata karena Allah. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakukan tugasnya dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih, sementara yang dibimbing pun mnerima atau meminta bimbingan dan atau konseling dengan ikhlas dan rela, karena semua pihak merasa bahwa semua yang dilakukan adalah karena dan untuk pengabdian kepada Allah semata, sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengabdi kepada-Nya.

 4. Asas Bimbingan seumur hidup

Manusia hidup betapapun tidak akan ada yang sempurna dan selalu bahagia, dalam kehidupannya mungkin saja manusia akan menjumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dan konseling islami diperlukan selama hayat masih dikandung badan.
Kesepanjanghayatan bimbingan dan konseling ini, selain dilihat dari kenyataan hidup manusia, dapat pula dilihat dari sudut pendidikan. Seperti telah diketahui bimbingan dan konseling merupakan bagian dari pendidikan. Pendidikan sendiri berasaskan pendidikan seumur hidup, karena belajar menurut islam wajib dilakukan oleh semua orang tanpa membedakan usia.

 5. Asas Kesatuan Jasmaniah dan Rohaniah

Bimbingan dan konseling islami memprlakukan kliennya sebagai makhluk jasmaniah-rohaniah, tidak memandangnya sebagai makhluk biologis semata, atau makhluk rohaniah semata. Bimbingan dan konseling islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmaniah dan rohaniah tersebut.

6. Asas Keseimbangan Rohaniah

Rohani manusia memiliki unsure daya kemampuan fakir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental potensial untuk ;

  • mengetahui ( “mendengar”)
  • memperhatikan atau menganalisis (“ melihat dengan bantuan atau dukungan pikiran”)
  • menghayati (“hati atau af’idah, dengan dukungan kalbu dan akal”)

Bimbingan dan konseling islami menyadari keadaan kodrati manusia tersebut, dan dengan berpijak pada firman-firman Tuhan serta hadis Nabi, membantu klien memperoleh keseimbangan diri dalam segi mental rohaniah tersebut.

Klien diajak untuk mengetahui apa-apa yang perlu diketahuinya, kemudian memikirkan apa-apa yang perlu difikirkannya, sehingga memperoleh keyakinan, tidak menerima begitu saja, tetapi tidak juga menolak begitu saja. Kemudian diajak memahami apa yang perlu dipahami dan dihayatinya setelah berdasarkan pemikiran dan analisis yang jernih diperoleh keyakinan tersebut.
Klien diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut, bukan Cuma mengikuti hawa nafsu (perasaan dangkal, kehendak) semata.

 7. Asas Kemaujudan Hidup

Bimbingan dan konseling islami, berlangsung pada citra manusia menurut islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksestensi) tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan individu dari yang lainnya, dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampuan fundamental potensial rohaniahnya.

 8. Asas Sosialitas Manusia

Manusia merupakan makhluk sosial. Hal ini diakui dan diperhatikan dalam bimbingan dan konseling islami. Pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikan di dalam bimbingan dan konseling islami, karena merupakan ciri hakekat manusia.
Dalam bimbingan dan konseling islami, sosialitas manusia diakui dengan memperhatikan hak individu (jadi bukan komunisme) ; hak individu juga diakui dalam batas tanggung jawab sosial. Jadi bukan pula liberalisme, dan masih pula ada hak “alam” yang harus dipenuhi manusia (prinsip ekosistem), begitu pula hak tuhan.

 9. Asas Kekhalifahan Manusia

Manusia menurut islam diberikan kedudukan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang besar, yaitu sebagai pengelola alam semesta. Dengan kata lain, manusia di pandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Sebagai khalifah manusia harus memelihara keseimbangan ekosistem, sebab problem-problem kehidupan kerap kali muncul dari ketidak seimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Bimbingan dan fungsinya tersebut untuk kebahagiaan dirinya dan umat manusia.

 10. Asas Keselarasan Dan Keadilan

Islam menghendaki keharmonisan , keselarasan, keseimbangan, keserasian dengan segala segi. Dengan kata lain, islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap hak dirinya sendiri, hak orang lain, “hak” alam semesta (hewan, tumbuhan dll) dan juga hak tuhan. Oleh karena itu harus ada keseimbangan dan keharmonisan antar semuanya.

11. Asas Pembinaan Akhlaqul-Karimah

Manusia, menurut pandangan islam, memiliki sifat-sifat yang baik, sekaligus mempunyai sifat-sifat lemah. Sifat-sifat yang baik merupakan sikap yang dikembangkan oleh bimbingan dan konseling islami. Bimbingan dan konseling islami membantu klien memelihara, mengembangkan, menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut. Sejalan dengan tugas dan fungsi rasulullah diutus oleh allah Swt.

 12. Asas Kasih Sayang

Setiap manusia mmerlukan cinta kasih dan rasa kasih sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling islami dilakukan dengan berlandaskan kasih sayang, sebab hanya dengan kasih sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil

 13. Asas Saling Menghargai Dan Menghormati

Dalam bimbingan dan konseling kedudukan konselor dan klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya hanya terletak pada fungsi saja yakni konselor memberikan bantuan sedangkan klien menerima bantuan. Hubungan yang terjalin antara konselor dan klien merupakan hubungan yang saling menghormti sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai makhluk Allah.

Konselor dipandang diberi kehormatan oleh klien karena dirinya dianggap mampu memberikan bantuan mengatasi kesulitannya atau untuk tidak mengalami masalah, sementara klien diberi kehormatan dan dihargai oleh konselor dengan cara yang bersangkutan bersedia membantu atau membimbingnya.

 14. Asas Musyawarah

Bimbingan dan konseling islami dilakukan dengan asas musyawarah ; artinya antara konselor dan klien terjadi dialog yang baik , satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan, dan keinginan tertekan.

 15. Asas Keahlian

Bimbingan dan konseling islami dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki kemampuan keahlian dibidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjadi permasalahan bimbingan dan konseling. (Aunur rahim:2001).
Untuk menjamin keberhasilan usaha bimbingan dan konseling, para petugas harus mendapatkan pendidikan dan latihan yang memadai pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian yang ditampilkan oleh konselor akan menunjang hasil konseling. (hellen :2005, 67)

Incoming search terms:

error: Content is protected !!