free geoip 5 Kebutuhan Dasar Individu Yang Mempengaruhi Perilaku - Bimbingan Konseling

5 Kebutuhan Dasar Individu Yang Mempengaruhi Perilaku

(Pembentukan Kepribadian Berdasarkan atas Kebutuhan)
Kepribadian seseorang dapat dibentuk dari perilaku yang ditampilkannya dalam memenuhi kebutuhannya. Perilaku seseorang dalam memenuhi kebutuhannya akan berpengaruh dalam pembentukan karakter atau kepribadiannya. Terkait dengan hal tersebut, Abraham H. Maslow (dalam Crow & Crow, 1956)[1] menyatakan bahwa ada lima kebutuhan individu yang mempengaruhi perilakunya, yaitu:

motivational slogan on a stack of colorful reminder notes isolated on white

Source : google image

1. The physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis;
2. The Safety needs, yaitu kebutuhan terhadap rasa aman;
3. The belongingness and love needs, yaitu kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki;
4. The esteem needs, yaitu kebutuhan akan harga diri atau prestise;
5. The needs for self actualization, yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Apabila kita mencermati proses pemenuhan kebutuhan, seseorang akan menunjukkan perilaku tertentu untuk berupaya memenuhi kebutuhannya. Perilaku tersebut yang dilakukan secara berulang-ulang pada akhirnya akan menjadi karakter dirinya atau sifat-sifatnya.
Seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhannya akan makanan atau sandang pangan, akan menampilkan perilaku yang bermacam-macam yang lazimnya dalam mencari nafkah seseorang akan mengerjakan apa saja untuk mendapatkan penghasilan, ada yang dilakukan dengan mengerjakan perbuatan yang baik yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan norma yang berlaku, seperti bekerja baik di menjadi karyawan kantor atau pabrikan, atau menjadi guru, pegawai negeri, pedagang, trainer, penulis, petani dan lainnya. Ada pula yang dalam mencari nafkah untuk pemenuhan kebutuhan sandang pangan dengan jalan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, seperti menjadi pencuri, pengedar narkoba, agen perjuadian, dan lainnya. Semua upaya yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang berupa perilaku-perilaku lambat laun akan menjadi karakter atau sifat dari individu. Orang yang selalu bekerja dengan jujur, disiplin dan ulet akan menjadi karakter yang baik dan semakin menguat menjadi sifat-sifat baik, sebaliknya orang yang bekerja dengan curang, malas-malasan, korupsi, atau menipu akan pula menjadi karakter sesuai dengan pembentukannya tersebut.

Setiap orang membutuhkan rasa aman, namun perilaku setiap orang untuk mendapatkan rasa aman berbeda-beda, ada yang berprilaku secara wajar, ada pula yang dinilai berlebihan karena rasa takut yang berlebihan. Semua perilaku tersebut dapat menjelma menjadi karakter.
Seseorang yang membutuhkan kasih sayang dan rasa memiliki, ada yang berperilaku ekstrim seperti mempunyai pasangan atau anak, karena rasa memiliki terlalu berlebihan sehingga terlalu mengekang sampai pasangan atau anaknya tidak boleh bergaul atau bersosialisai dengan orang lain, ada pula orang yang berprilaku wajar dan sesuai norma serta adat yang berlaku, perilaku tersebut lambat laun akan menjadi kepribadian atau karakter.
Begitu pula orang yang membutuhkan harga diri, ada yang berperilaku memanipulasi diri, contohnya orang miskin yang berkata-kata dan berprilaku seolah orang kaya atau kaum jetset, untuk penampilan yang wah ia rela meminjam kesana-sini, lambat laun hal ini menjadi kebiasaan dan menjadi kepribadiannya.

Dan ada jang membutuhkan aktualisasi diri sampai rela mengeluarkan dana yang besar agar bisa eksis dalam kelompoknya, ada juga yang berprilaku sedang-sedang saja dan bahkan ada yang berprilaku seadanya saja. semua perilaku itu lambat laun akan menjadi kepribadian.
Pendek kata, perilaku yang ditampakkan setiap orang dalam memenuhi kebutuhannya, lambat laun akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi karakter atau kepribadian yang melekat pada orang tersebut.


[1] Crow, L.D. and Crow, A (1956) Human Depelopment and Learning, New York : american Book Co., Part. 2.